Mengapa kita begitu agresif? – Part 1

Contoh Bab : membangun Kultur Perusahaan

Dear All,

Perkembangan Abyor yang baru berdiri sekitar setahun yang lalu banyak membuat orang tercengang. Sampai hari ini, sudah 15 kontrak yang kita dapatkan dalam setahun terakhir, mulai dari kontrak dengan orde belasan juta rupiah sampai dengan milyaran. Artinya, secara rata2 dalam sebulan kita menandatangani 1 buah kontrak!

Terakhir, hanya dalam seminggu di bulan April 2010 kita memenangkan 2 buah tender di BUMN ternama di negeri ini: Telkom dan Garuda. Sebuah kemenangan yg sangat bersejarah buat Abyor, karena baru setahun berdiri sudah bisa memenangkan tender di perusahaan kelas atas dengan mengalahkan pemain2 yang sudah sangat mapan di dunia per-SAP-an. Di Telkom kita mengalahkan Fujitsu, Perdana, dan Tech Mahindra. Nama terakhir ini adalah anak perusahaan Mahindra Satyam yang menjadi salah satu sponsor dalam perhelatan akbar Piala Dunia 2010. Artinya, mereka adalah perusahan global dan raksasa. Sementara di Garuda, kita bersaing dengan nama2 besar seperti IBM, HP, Atos Origin, Cubes, Perdana, sampai SAP Consulting itu sendiri.

Tanpa bermaksud menyombongkan diri apalagi menjadi arogan, saya kira kita patut bangga dan bersyukur bahwa bayi Abyor sudah sampai level yang sekarang ini. Bayangkan, kita tidak hanya mengalahkan pemain lokal, tapi juga pemain global. Bahkan SAP Consulting sendiri yang notabene adalah pemilik produk, bisa kita kalahkan dengan elegan.

Kenapa elegan? Karena untuk kedua tender tersebut kita melewati tahapan tender yang sangat ketat dengan mekanisme e-auction (tender menggunakan sistem elektronik). Saya kira kita sepakat bahwa e-auction adalah mekanisme tender yang paling fair.

Tentu saja kita patut bersyukur dengan perkembangan ini. Tetapi, kita pun patut waspada dengan perkembangan yang begitu cepat.

Pertama, perkembangan yang begitu cepat ternyata membuat banyak kompetitor kita merasa gerah karena posisi mereka yang sudah mapan mulai terganggu. Akibatnya, mereka membuat move2 dan issue2 yang tidak benar tentang Abyor dengan tujuan melemahkan posisi kita. Banyak issue berseliweran yang jauh dari kebenaran. Misalnya, ada yang mengatakan bahwa Abyor bisa menang tender hanya karena faktor harga yang murah saja. Katanya mereka gagal mengikuti tahapan tender selanjutnya karena terganjal masalah harga yang murah dari Abyor. Padahal faktanya setiap peserta tender mesti lolos seleksi teknis terlebih dahulu, even sebelum mereka memasukkan harga penawaran! Bagaimana mungkin mereka terganjal masalah harga padahal faktanya mereka tidak lolos  tahapan seleksi teknis? Artinya, banyak rumor yang tidak berbasis fakta, hanya supaya kita menjadi lemah.

Tetapi kita tidak perlu terlalu risau menghadapi kondisi ini, karena toh kuat tidaknya posisi Abyor di pasar tidak (perlu) tergantung pada move2 dan issue2 yang diciptakan kompetitor kita. Apapun yang terjadi, kita mesti kuat berdiri di atas kaki kita sendiri.

Kedua, perkembangan yang begitu cepat ini belum diimbangi dengan sistem management yang solid. Masih banyak kekurangan dalam aspek management yang masih harus kita benahi, misalnya mengenai aturan billable vs non-billable, masalah resource assignment, komunikasi management dg karyawan, dsb. Itu semua harus segera kita benahi supaya Abyor bisa menjadi perusahaan yang tidak saja besar dari sisi penjualan tapi juga "besar" dari sisi company values, company culture, productivity, work life balance, employee satisfaction, dsb.

Memang tidak mudah mencapai kondisi ideal seperti itu. Perlu proses yang panjang untuk menyeimbangkan berbagai aspek tersebut. Kita perlu mencari titik keseimbangan antara tingkat penjualan yang tinggi dengan lingkungan kerja yang kondusif. Penjualan yang baik adalah faktor kunci eksistensi sebuah perusahaan. Tetapi hal ini tetap harus diimbangi dengan terciptanya lingkungan kerja yang kondusif bagi kita semua, lingkungan yang membuat setiap karyawan nyaman bekerja tetapi pada saat yang sama memiliki produktivitas yang sangat tinggi.

Makanya sangat relevan untuk menjawab pertanyaan dari salah seorang teman kita yang saya jadikan judul e-mail ini: "Mengapa Abyor begitu agresif?"

Ya, mengapa kita mesti begitu agresif? Nanti kita bahas di e-mail selanjutnya.

Salam,
Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *