Menjadi Sekretaris Yayasan Solidarity Forever

Contoh Bab di Buku Jalan Berliku : Catatan Perjalanan Seorang Technopreneur

Awal 2016 saya ditelpon oleh Pak Ontoseno, M67, untuk datang ke kantornya pak Susilo Siswoutomo, ex Wamen ESDM, di The Energy Building, SCBD. Pak Ontoseno ini adiknya pak Umar Kayam, seorang budayawan yang buku-bukunya saya gemari. Saya pun langsung menyanggupi, karena kalau yang nelpon pak Ontoseno pastilah ini tentang kegiatan sosial. Bukan kegiatan politik. Dan memang sejak Ibu saya tidak berkenan kalau saya aktif di kegiatan politik, saya memang ingin menjadikan kegiatan sosial ini sebagai tempat untuk menyalurkan hobi saya berorganisasi.

Benar saja, ketika saya datang ke kantornya pak Susilo, di situ sudah berkumpul guru-guru yang saya hormati seperti Prof. Djoko Suharto dan Prof. Hari Muhammad. Dan ternyata itu rapat pertama pengurus Yayasan Solidarity Forever. Dan ternyata nama saya sudah tercantum di susunan pengurus sebagai Sekretaris Jendral. Wah, saya di fait accompli lagi…he-he-he… Beberapa bulan sebelumnya para senior itu memang pernah meng-fait accompli saya juga untuk menjadi ketua panitia Reuni Akbar FTMD ITB. Dan ternyata beliau-beliau itu gak ada kapoknya. Kini mereka meng-fait accompli saya lagi, kali ini meminta saya aktif di Yayasan Solidarity Forever. Tapi karena ini fait accompli yang positif, saya pun menerima saja dan tidak melakukan protes. Mungkin memang ini jalannya supaya waktu saya tetap terisi dengan kegiatan-kegiatan sosial. Apalagi di situ ada nama-nama tokoh yang saya hormati. Selain Profesor Djoko Suharto dan Profesor Hari Muhammad sebagai pengawas yayasan, di jajaran dewan pembina juga ada nama-nama tokoh yang saya hormati seperti Pak Teddy P. Rachmat dan pak Benny Subianto.

menandatangani buku

Misi yayasan ini pun sangat mulia, yaitu membantu pengembangan FTMD untuk mempertahankan keunggulannya dan menjadikan FTMD sebagai Third Generation University, sebuah perguruan tinggi yang tidak saja unggul dalam bidang pengajaran dan riset, tetapi juga mendorong kemajuan industri dan kewirausahaan. Klop sudah dengan bidang yang menjadi perhatian saya selama ini. Jadi fait accompli yang dilakukan oleh para senior itu bagi saya malah menjadi berkah.

Kegiatan pertama yang dilakukan oleh yayasan ini adalah membantu akreditasi international FTMD melalui lembaga akreditasi internasional ASIIN dari Jerman. Dalam program ini, yayasan bekerja sama dan bahu membahu dengan civitas academica FTMD supaya FTMD bisa terakreditsi secara internasional. Tujuannya bukan untuk gagah-gagahan, tetapi untuk memastikan bahwa proses belajar dan mengajar di FTMD sudah memenuhi standar internasional. Sehingga keunggulan FTMD itu bukan klaim sepihak saja, tetapi memang sudah sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku secara internasional. Dalam hal ini yayasan membantu pembiayaan yang dibutuhkan untuk revitalisasi laboratorium. Alhamdulillah berkat kerjasama yang erat antara FTMD dan para alumninya, program akreditasi ini  bisa berjalan dengan lancar, dan kini FTMD telah mendapat status terakreditasi secara internasional sesuai standar ASIIN.

Memang yang dilakukan oleh yayaan saat ini baru membantu bersih-bersih laboratorium supaya tidak kelihatan seperti museum. Tetapi sesuai dengan roadmap FTMD dan sesuai dengan rekomendasi ASIIN, dalam beberapa tahun kedepan revitalisasi laboratorium harus terus dijalankan. Untuk itu yayasan terus bekerja keras melakukan penggalangan bagi FTMD ini. Beberapa pendekatan konvensional dan out of the box dalam penggalangan dana sudah dan akan terus dilakukan. Salah satu pendekatan out of the box yang akan dicoba adalah dengan mengadakan kegiatan ITB Ultra Marathon, yang alhamdulillah sudah mendapat persetujuan dari rektor ITB. Saat ini yaysan sedang bekerja keras supaya acara ini betul-betul dapat terlaksana dengan sukses sebagai medium penggalangan dana yang efektif. Dan semoga ITB Ultra Marathon ini bisa menjadi agenda rutin yayasan dalam tahun-tahun mendatang.

Salam,

Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *