Prolog : From A to Z

Prolog dari Mr. Dr. Budhi M. Suyitno, Alumni Teknik Penerbangan ITB 1972, eks Menteri Perhubungan, sekarang menjabat sebagai Sekjen AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia), untuk buku “Jalan Berliku : Catatan Perjalanan Seorang Technopreneur”.

Buku ini berkisah tentang perjalanan sosok Hari dari nobody sampai tumbuh berkembang menjadi somebody, atau dari seorang zero beranjak menjadi hero. Inilah perjalanan karir seorang anak kampung dari Madiun yang akhirnya menggapai suksesnya sebagai Entrepreneur di bidang jasa berbasis IT. Dengan mengambil judul “Jalan Berliku” dan sub judulnya “Catatan Perjalanan Seorang Technopreneur”, buku ini mengajak para pembaca memahami betapa sulit perjalanan karir seorang Hari, anak kampung yang penuh pengalaman dan pergulatan hidup. Boleh dibilang sebenarnya jalannya tidak hanya berliku, tapi perjalanan Hari seringkali menurun terjal penuh batu kerikil dan tajam, atau sebaliknya mendaki dan sangat melelahkan. Bahkan pernah pula menapaki jalan buntu yang memaksa Hari mundur selangkah untuk maju kearah lain beberapa langkah.

Seperti diketahui menjadi seorang entrepreneur banyak jalan yang bisa ditempuh. Alternatif pertama, dipilih sebagai tujuan hidup dan sengaja direncanakan secara seksama dengan segala persiapan dan fasilitas yang mendukungnya. Kedua, bisa jadi karena faktor keturunan, artinya segalanya sudah berjalan dan tersedia hanya tinggal meneruskan warisan orangtua atau orang lain. Ketiga, karena dipaksa oleh keadaan baik suka ataupun tidak suka. Dari ketiga alternatif tersebut tak pelak lagi, yang terakhirlah yang dialami Hari. Seolah-olah seluruh elemen alam semesta mendorong, memaksa, menuntun dan mengarahkan agar Hari jadi seorang entrepreneur, seperti pernah ditulis oleh Paulo Coelho dalam novelnya yang terkenal Alchemist. Jikalau takdir sudah datang, maka seluruh elemen alam semesta sertamerta akan mendukung untuk mewujudkannya jadi kenyataan. Takdir itu dapat berupa karir, jodoh, kebahagiaan, musibah, kelahiran, kematian atau kejadian yang menimpa seseorang maupun suatu kaum tak dapat dihindari. Demikian juga fenomena alam, bencana, pertumbuhan, pemusnahan ataupun keajaiban alam kalau sudah saatnya takdir tiba pasti terjadi.

Ternyata dalam meniti hidupnya sampai posisi sekarang, berbagai kesulitan, cobaan dan tantangan telah membentuk Hari sebagai sosok entrepreneur penuh warna. Saat merasa salah dalam memilih jurusan di ITB misalnya, Hari terjebak dalam situasi yang sangat sulit sebagai mahasiswa berstatus percobaan. Keputusan dia yang nekad ini adalah sebuah contoh perilaku calon entrepreneur, no risk no gain. Risiko menjadi mahasiswa percobaan ini sangat besar, karena ada satu saja mata kuliah yang tidak lulus, Hari harus rela untuk dikeluarkan dari ITB tanpa syarat.

Setelah lolos dari status percobaan, Hari kembali nekad untuk memilih jurusan yang terkenal sulit lulus yaitu sub-jurusan Teknik Penerbangan di jurusan Teknik Mesin ITB. Tidak hanya itu, Hari pun memilih Prof. Oetarjo Diran, dosen berpenampilan sederhana, kecil, tapi fasih beberapa Bahasa asing yang saat bicara cepat kadang keluar Inggris, kadang Jerman atau kadang Belanda bergantian. Memang profesor yang satu ini, diakui oleh kalangan industri penerbangan Belanda dan Jerman, terkenal cerdas dan piawai jika sedang berdiskusi tentang masalah aerodinamika pesawat.  Prof. Oetarjo Diran pernah dipercaya memimpin Tim Aerodinamik perancangan pesawat Airbus di Jerman dan sukses menyelesaikan problem transonic aerodynamics yang terkenal sulit dan rumit itu. Sehingga di kalangan mahasiswa Prof. Diran ini dikenal sebagai dosen killer karena begitu sulitnya bisa  lulus mata kuliahnya ataupun skripsi bimbingannya.

Di balik penampilan fisik Prof. Oetarjo Diran yang terkenal angker dan berdarah dingin tersebut ada nilai positif tersembunyi yang tak semua mahasiswa melihatnya. Kejelian melihat peluang ini hanya dapat dipahami oleh seseorang yang percaya diri dan berjiwa entrepreneur. Berkat bimbingan Prof. Oetarjo Diran yang keras ini Hari digembleng hingga memiliki mental yang pantang menyerah dalam menghadapi masalah serumit apapun dan akhirnya berkat jasanya pula Hari bisa sekolah lagi di Belanda tanpa tes.

Perjalanan hidup Hari Tjahjono semakin berliku ketika dia sempat bernazar akan menciptakan lapangan pekerjaan jika dia mampu mengatasi segala cobaan dan keluar dari situasi terpuruk. Nazar inilah yang memacu Hari untuk akhirnya keluar dari zona nyaman dan pindah kuadran mendirikan perusahaan sendiri menjadi seorang entrepreneur yang sanggup mengoptimalkan kegunaan dari kemajuan dan perkembangan teknologi atau istilah populernya Technopreneur. Sesuai minat dan keahlian yang digelutinya Hari terjun di bidang information technology (IT). Semua ini karena keimanannya sehingga bertekad memenuhinya demi membayar janji kepada Tuhan yang pernah diikrarkannya.

Buku ini, yang menuturkan pengalaman dan perjalanan karir berliku Hari Tjahjono, banyak mengandung pelajaran berharga bagi para pemula di awal karirnya ataupun seseorang yang sedang mengalami berbagai cobaan. Kiat-kiat Hari untuk menemukan solusi dan menghindari musibah sejak mulai kehidupannya semasa kecil sampai akhirnya mengambil keputusan untuk membangun perusahaan IT Services bertaraf internasional, sehingga dia tetap  survive dan maju, sungguh sangat inspiratif.

Kegigihan Hari menciptakan kultur perusahaan yang kondusif, membangun corporate values, membentuk teamwork yang solid, kerja keras dan menerapkan manajemen yang transparan, akuntabel, adil dan inovatif menunjukkan ciri-ciri penerapan good corporate governance. Selanjutnya pembentukan karakter personil yang pantang menyerah, profesional, jujur, tulus, berani, loyal pada perusahaan dan kompetitif serta penerapan metode komunikasi internal yang cepat dan efektif  melalui daily e-mail kepada seluruh stafnya memperlihatkan  keahlian Hari membentuk budaya kerja perusahaan yang baik.

Disamping berhasil menjalankan perusahaannya, Hari juga sukses meningkatkan sense of belonging jajaran stafnya. Faktor kepribadian Hari yang tetap menjaga interaksi, silaturahmi dan komunikasinya dengan banyak kalangan dari kolega profesional, sahabat sampai lingkungan keluarganya serta menghormati orangtua, senior, orang-orang yang berjasa dan membesarkannya akan mengingatkan sidang pembaca betapa pentingnya akar budaya bagi pembentukan karir seseorang. Jika dicermati, apa yang dilakukan Hari sekilas ada kemiripan dengan semangat Bushido orang Jepang tapi dengan rasa Indonesia.

Sebagai penutup kiranya kurang lengkap tanpa ada ungkapan Bahasa daerah sebagai akar budaya kita. Maka seizin sidang pembaca berikut disampaikan pepeling leluhur yang insyaallah dapat sedikit menggambarkan perjalanan hidup Hari dan kita semua yakni: “Opo sing tumibo marang awakmu, orang wurung mung murih becikmu dewe”, yang terjemahan bebasnya: apa yang menimpa diri tak lain demi kebaikan sendiri.

Selamat membaca,

Budhi M. Suyitno, Alumni Teknik Penerbangan ITB 1972, eks Menteri Perhubungan, sekarang menjabat sebagai Sekjen AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia)

 

=======Spesifikasi Buku =======

 

BUKU JALAN BERLIKU, PENGALAMAN AKTUAL HARI TJAHJONO.

Harga : Rp 100.000,-,
Penerbit : M84 Publishing , Koperasi Jasa Teknik Mesin Delapan Empat
Halaman : xi+340 hal
Dimensi : 13×25 cm
Warna: Disertai dengan foto full color
Kertas: book paper 60
Berat : 0.56 kg
Untuk Ikatan Alumni silahkan kontak masing-masing koordinator alumni untuk pemesanan atau langsung order disini .

KLIK DISINI UNTUK ORDER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *